Profil

foto profil Edy K New1

Hai hai hai. . .perkenalkan, nama saya EDY K WiRADIMEJA Blogger dari kota Pasuran, Jawa Timur.
Awal mula membuat Blog, yaitu karena saya bekerja di perusahaan contraktor tugas dibagian managagement untuk menyelesaikan dokumnen yang diperlukan, maka disela kesibukan, rehat sejenak sambil iseng iseng membuat blog yang gado gado melalui media sosial. Jika kalian melihat artikel awal di Blog ini, ya pastinya artikel tentang apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar baik data maupun fakta saya sajikan dalam bentuk tulisan
Blog ini saya beri judul ediamborlya.wordpress.com Yang berarti, isi pada blog ini lebih fokus pada langkah saya di dunia nyata. Langkah berupa data dan fakta dari masa ke masa, yang kemudian dicatat, ditulis, diabadikan pada sebuah Blog.
Setelah hampir tidak ada lagi waktu untuk menulis, saya bingung dong, mau saya isi apa Blog ini? Sayang banget kalau dianggur-in dong, ya. Dan saya pun memutuskan untuk belajar menulis tentang kejadian apa yang saya lihat untuk dianalisa dan di dimuat ke Blog ini.
Lambat bulan, saya belajar banyak dari para Blogger senior. Terinspirasi dari artikel-artikel mereka, saya pun akhirnya memutuskan kalau Blog ini saya manfaatkan untuk Diary Online. Semacam menaruh unek-unek juga.
Saya mulai aktif berceloteh gak jelas. Dari celotehan ini lah saya mendapat banyak teman. Rasa malu berceloteh makin lumer ketika melihat makin banyak teman-teman Blogger yang memanfaatkan media Blog untuk berceloteh ria.
Tak berhenti sampai dengan berceloteh saja. Kecintaan saya terhadap kota kecil Pasuruan pun saya tuangkan pada tulisan. Dan saya merasa isi Blog ini makin campur-campur. Tak ada arah tujuan dan yang penting ter update! Hahahaha
Yasudahlah, silakan menikmati celotehan saya pada tiap langkah. Semoga apa yang saya tulis di sini tidak mengandung SARA dan atau SARU. Jika kalian menemukan hal tersebut pada tulisan saya, silakan ingatkan saya! Terima Kasih.
E-mail: pondokgampeng@gmail.com
Pin BB: 75DE939E
^^ Tak banyak yang dapat kita lakukan sendirian,
sangat banyak yang dapat kita lakukan bersama-sama. Yuuk, berbagi. . . ^^

Iklan

Kabupaten Majene

Demografi

Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan dan Jenis kelamin Tahun 2011

No Kecamatan Penduduk
Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Banggae 18.697 19.318 38.015
2 Banggae Timur 13.954 15.117 29.071
3 Pamboang 10.238 10.943 21.181
4 Sendana 9.960 10.787 20.747
5 Tammerodo 5.281 5.497 10.778
6 Tubo Sendana 4.102 4.262 8.364
7 Malunda 8.554 8.742 17.296
8 Ulumanda 4.234 4.183 8.417
Jumlah 75.020 78.849 153.869

Data BPS Kab. Majene tahun. 2012

GEOGRAFI WILAYAH

GEOGRAFI WILAYAH KABUPATEN MAJENE
Variabel Isian Satuan
Letak Kabupaten Kabupaten Majene merupakan salah satu dari lima kabupaten dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat yang teletak di pesisir pantai barat Sulawesi Barat, dengan posisi memanjang dari selatan ke utara kurang lebih 146 Km dari kabupten Mamuju (Ibukota Propinsi Sulawesi Barat) dengan luas 94784 Km. kabupaten ini beribu kota di Kecamatan Banggai yang terletak antara 2o 38′ 45″ Lintang Selatan(LS) – 3o 38′ 15″ Lintang Selatan (LS) dan antara 118o 45′ 00″ Bujur Timur (BT) – 119o 4′ 45″ Bujur Timur(BT).
Untuk dapat ke Kabupaten Majene diperlukan waktu yang cukup lama, sebab Kabupaten Majene tidak memiliki bandar udara, sehingga perjalanan untuk ke Majene, harus melalui Mamuju yang memerlukan waktu tiga jam dengan menggunakan bis atau trevel, sebab Mamuju memiliki bandar udara Tampa Padang, sehingga memudahkan orang ke Majene menggunakan pesawat dari Makassar.
Namun jika memutuskan berkendaraan dari Makassar dengan menggunakan bus, atau trevel, maka waktu yang diperlukan lebih lama, kurang lebih enam sampai tujuh jam, mengingat jarak Makassar-Majene sejauh 302 Km.
Selain itu untuk ke Majene, dapat di akses melalui jalur laut, dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, melalui pelabuhan Palipi di Kecamatan Sendana dan melalui Pelabuhan Majene di Kecamatan Banggai.
Topografi Wilayah Kabupaten Kabupaten majene merupakan daerah perbukitan, sebagian kecil dataran yang merupakan daratan aluvial pantai dan batuan gamping yang memungkinkan masyarakat kesulitan air, apa lagi di musim kemarau.
Iklim (suhu rata-rata) 27,13 o C (Min/Max)
Suhu tertinggi 30,83 oC
Suhu terendah 22,53 oC
Kelembapan Udara rata-rata per bulan 79 %
Curah hujan rata-rata pertahun 365 mm
Bulan dengan curah hujan tertinggi 456,4 Desember (mm)
Luas wilayah kabupaten 947,84 km2
Batas Wilayah Kabupaten
Sebelah Barat Selat Makassar
Sebelah Timur Kabupaten Polewali Mandar & Kabupaten Mamasa
Sebelah Selatan Teluk Mandar
Sebelah Utara Kabupaten Mamuju
Jumlah Kecamatan 8
Jumlah Desa 62
Jumlah Kelurahan 20
Jumlah Dusun 257
Jumlah RW
Jumlah RT
Jumlah Kepala Keluarga (kk)
Peruntukan lahan terluas Hutan Negara ( 46,466 ) Ha/km2
Peruntukan lahan Tersempit Tambak ( 8,0 )

Kabupaten Majene

peta majene
Kota Majene pada tahun 1930-an

Kabupaten Majene adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Majene. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 947,84 km² dan berpenduduk sebanyak 138.825 jiwa.

Kabupaten Majene mempunyai posisi wilayah yang strategis, terletak sekitar 302 km sebelah utara Kota Makassar. Kabupaten ini dilengkapi dengan terminal induk dan terminal pembantu, sarana pelabuhan seperti pelabuhan Majene di kecamatan Banggai, Pelabuhan Palipi di kecamatan Sendana serta Pelabuhan Laut yang ada di kecamatan Pamboang dan kecamatan Malunda. Kabupaten Majene juga didukung dengan keberadaan sarana perdagangan berupa pasar permanen dan pasar darurat.

Lambang Kabupaten Majene
Lambang Kabupaten Majene Moto: “takkali nisobalang dotai lele ruppu’ dadzi nalele tuali dilolangang”

Dinamika Sejarah Sosial Politik Kabupaten Pasuruan

Pelatihan.4 Out Classs: Napak Tilas kunjungan kebeberapa situs bersejarah di kabupaten Pasuruan,antara lain : makam Untung Suropati, situs Candi jawi, Situs cunggrang, situs Candi Gununggangsir, makam Pak Sakerah dan makam H.Mbah Hamid / Abdul Hamid. Adapun situs sejarah yang di kunjungi adalah lokasi-lokasi yang berkenaan dengan perkembangan jaman wilayah Pasuruan baik di jaman kerajaan, jaman kolonial, serta dijaman kemerdekaan. Melalui napak tilas peserta akan diajak untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman arti penting beberapa situs sejarah tersebut dalam kaitannya dengan perkembangan Pasuruan. Yang dipandu fasping: Romi Faslah, Ahmad Sukron, Arofah Umu Fasa, Yenny Lutfiana.

Materi In Class, materi Struktur dan Karakter masyarakat kabupaten Pasuruan dan materi Dinamika Sejarah Dan social politik Kabupaten Pasuruan Peserta Sekolah Demokrasi Kab.Pasuruan 2013 dilaksanakan pada tanggal 6-7 April 2013 di Hotel Semeru Park Pasuruan dengan diikuti 35 peserta dari unsur parpol, pendidik, pengusaha dan ormas ( 4 pilar Demokrasi ) serta fasping OC Sekolah Demokrasi Kabupaten Pasuruan: Sutomo Putro, Rurid Rudianto dan nara sumber : H. Yazid Manan dari tokoh masyarakat/ Sejarahwan Pasuruan. Mengenai latar belakang sejarah ,kondisi,sosiografi, serta persinggungan berbagai karakteristik komunal yang membentuk social masyarakat Pasuruan. Banyak memaknai sejarah sebagai kumpulan artefak kuno yang harus di kumpulkan dan diawetkan, agar orang tidak melupakan masa lalu. Meskipun, tidak sedikit yang memaknai sejarah beserta segenap dinamikanya sebagai rangkaian proses hidup yang mesti dikumpulkan hikma kebijaksanaannya. Juga, terdapat banyak orang yang mencoba membuat garis korelasi perkembangan peradaban sekarang dengan  perkembangan peradaban masa lalu, karena diyakini bahwa apa saja yang terjadi sekarang ini  tidak lepas dari segala yang terjadi di masa lalu yang menjadi titi temu dari persinggungan berbagai identitas sosio kultural.

Dr. Dwi Cahyono, sejarahwan Universitas Negeri Malang. Yang memiliki berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam pemetaan lokasi-lokasi kuno bersejarah akan mengajak peserta berdiskusi mengenai spektrum arkeologi dan antropologi Pasuruan dikaitkan dengan identitas kesejarahan yang dimiliki oleh masyarakat kabupaten Pasuruan, para peserta diharapkan dapat melakukan eksplorasi pemahaman tentang histografi daerah Pasuruan.

Sekilas Profil Kabupaten Pasuruan.          

Wilayah Kabupaten Pasuruan terletak pada 112◦33’ Bujur Timur dan 7◦32’ Lintang Selatan, dengan luas daerah 1.474 km2 atau 3% dari luas Propinsi Jawa Timur. Kabupaten Pasuruan mempunyai wilayah administrasi 24 kecamatan, 24 Kelurahan,341 desa, dan 1.495.323 jiwa yang terdiri dari suku Jawa, suku Madura, dan suku Tengger.Suku Jawa tersebar di 24 Kecamatan, suku Madura sebagian besar berada di wilayah timur, dan suku Tengger berada di lereng Gunung Bromo, tepatnya di Kecamatan Tosari.

Agama yang dianut masyarakat Kabupaten Pasuruan Islam 1. 465.215 (97,9%), Hindu 20.352, Protestan 6.675, Katolik 2.545, Budha 339, dan Khonghuchu 103 pemeluk. Sebagai bukti dari mayoritas masyarakat beragama Islam, di Kabupaten terdapat 1.545 masjid,6.123 musholla,313 pondok pesantren, 288 Madrasah Ibtida’iyah, 1.500 Madrasa Diniyah, dan 1.359 TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Oleh karena itu, melihat potensi masyarakat Kabupaten Pasuruan yang bernuansa Islami tersebut, maka keinginan masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai Daerah Santri sangat kuat. Keinginan tersebut telah diwujudkan dan diformalkan dalam sebuah Peraturan Daerah , yaitu Perda No.8 tahun 2001, tentang Pola Dasar Pembangunan yang didalamnya menyatakan , bahwa Kabupaten Pasuruan sebagai Daerah Santri dan mengamanatkan , bahwa konsep Daerah Santri tersebut dijadikan pedoman dalam penyusunan Perencanaan dan Pelaksanaan Program Pembangunan Daerah.

Tanggal/Tahun Penting Sejarah Pasuruan.

Tahun 675   :  Datangnya Armada Islam ( utusan  Mu’awiyah bin Abi Sufyan ) di pelabuhan  Bangil, untuk   menyelidiki Kerajaan   Kalingga.

Tahun  680   :   Tahun yang tertulis di makam Mbah Bangil yang berada di kelurahan kalirejo – Bangil

Tahun 929,   :   Tahun yang tertulis di Prasasti Sukci (kekuasaan Mpu Sendok) di 18 September DesaBulusari Kecamatan Gempol.

Tahun 1041  :   Tahun yang tertulis di Candi Belahan/Candi Tetek yang berada di Desa   Wonosunyo   Kecamatan Gempol.

Tahun 1293  :  Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Mojopahit.

Tahun1294   :  Raden Wijaya memberikan  status Sima kepada Desa Kudadu yang telah berjasa memberikan perlindungan

                      dan mengantarkan ke Desa Rembang.

Tahun 1296  :   Raden Wijaya ke Bangil.

Tahun 1332  :  Tahun yang tertulis di Candi Jawi yang berada di Desa Candiwates- Prigen.

Tahun 1365  :  Tahun Penulisan Kitab Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca yang didalamnya menyebut nama “ Pasuruan “

Tahun 1487  :  Penobatan Sunan Giri sebagai Raja Giri dengan gelar Pabu Sasmita.

Tahun 1535,:   Pasuruan yang saat itu dikuasai oleh Raja Menak Supetat ( Kerajaan Hindu dikalahkan oleh tentara Islam dari kerajaan   

 30 Sptember    Demak )

Tahun 1546  :  Mangkatnya Sultan Trenggana ( Raja Demak ), Kerajaan Pasuruan menjadi  tambah merdeka.

Tahun 1613  :  Sultan Agung ( Raja Mataram ) menobatkan Darmoyudo I sebagai Adipati Pertama di Pasuruan.

Tahun 1686,:   Penobatan Untung Suropati sebagai Adipati Pasuruan ke-5, menggantikan 8 September Adipati Ranggajaya.

Tahun 1687  :  Sayyid Sulaiman sebagai Penasehat Untung Suropati.

Tahun 1712,:  Sayyid Sulaiman mendirikan Pondok pesantren Sidogiri atas perintah Raja 20 Setember                                                                        Giri kala itu (Pangeran Sinanegara ).

Tahun 1901  :  Belanda membentuk Kabupaten Pasuruan (Staatblad 1901 No.334).

1 Januari

Tahun 1918  :  Belanda membetuk Kota Pasuruan (Staatblad 1918 No.320).

 

 

 

OUT CLASS Takshow kelompok.5 Fasping Arofah Umu Fasah

OUT CLASS Takshow kelompok.5 Fasping Arofah Umu Fasah

ON AIR Radio Warna FM Pasuruan dengan Tema ” Pengarus utamaan gender di Kabupaten Pasuruan dengan Nara sumber : 1. Mahbud Junaidi Bappeda kab. Pasuruan, 2. Supinah Peserta Demokrasi kab. Pasuruan 2013 dan Widia Sofa, Edy Kuswoyo, Arifin, Syamsuri, Haimin